Buruan like Universitas Pekalongan di facebook mu !!
Menu Bahasa

Rabu, 27 Oktober 2010

UNIKAL berduka atas meletusnya gunung merapi 2010

Kabar yang sebelumnya menyebutkan bahwa Mbah Marijan selamat, Rabu (27/10) pagi ini diragukan kebenarannya. Juru kunci Merapi itu diduga meninggal.

Bahkan reporter TVOne melaporkan bahwa dugaan Mbah Marijan ikut menjadi korban awan panas Gunung Merapi kian kuat. “Kami memperoleh informasi bahwa Mbah Marijan meninggal kian kuat. Ini didasarkan pada struktur wajah dan baju batik yang dikenakan salah satu jenazah yang ditemukan di rumah Mbah Marijan,” kata reporter TVOne.

Terlebih lagi, lanjut saksi mata itu, jenazah yang diduga Mbah Marijan itu ditemukan di kamar Mbah Marijan dalam keadaan bersujud.

Letusan dahsyat Gunung Merapi, Selasa (26/10) meninggalkan luka, sebanyak 29 warga di lereng gunung tersebut meninggal. Jumlah korban bisa bertambah karena masih ada pasien luka bakar akibat sengatan awan panas masih kritis.

Mbah Maridjan atau Penewu Suraksohargo (83) diduga kuat termasuk dalam barisan 29 korban. Bukti-bukti seperti kain sarung motif kotak, baju batik, serta peci, serta ciri-ciri fisik berupa dua ibu jari bengkok, sudah bisa dijadikan bukti juru kunci gunung tersebut ikut ditelan awan panas.

“Jika hanya mendasarkan pada bukti-bukti sekunder, ahlinya bisa dibilang tidak ilmiah. DNA korban harus deliti untuk memastikan,” kata Kepala Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Rabu (27/10).

Berdasarkan data tim forensik 29 korban meninggal. Rinciannya 25 korban meninggal di lokasi, tiga meninggal di rumah sakit RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, satu meninggal di RS Panti Nugroho, Sleman. Terdapat 10 korban luka dirawat di RSUP Dr.Sardjito, luka bakar antara 26 – 80 persen.

Korban meninggal terdapat anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul dr. Tutur Priyanto dan wartawan VivaNews, Yuniawan. Dua korban telah terindetifikasi dan diambil jasadnya oleh keluarganya. Sedang 27 korban lainnya, yang teridentifikasi sebanyak 15 orang. Lainnya termasuk jasad yang diduga Mbah Maridjan dinyatakan belum teridentifikasi. Walaupun namanya belum diumumkan, Mbah Maridjan dikabarkan akan dikuburkan di kampungnya, Kinahrejo, Kamis (28/10) pukul 10.00 WIB.

Anggota Tim Forensik Kompol drg Agung Hadiwijanarko menyatakan jasad yang belum teridentifikasi akan terus diidentifikasi dengan mendengarkan keterangan keluarga (bukti sekunder) yang merasa kehilangan anggota dan tes DNA. “Identitas dinyatakan cocok bila ada kelengkapan data data primer dan dua data sekunder,” ujar dia.

Dari 28 korban di RSUP Dr. Sardjito, sebanyak 17 korban tercatat warga Kinahrejo, sebagian kerabat Mbah Maridjan, sebagian lainnya tetangga dekat. Sebanyak sembilan orang ditemukan di rumah dan sekitar rumah Mbah Maridjan.

Bupati Sleman Sri Purnomo menyangkal bahwa aparat pemerintahannya lalai, tidak menyosialisasikan bahaya Gunung Merapi, sehingga banyaknya korban meninggal .

Menurut dia, aparat pemda telah menjalankan prosedur sesuai petunjuk Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Ketika Merapi dalam status “Awas”, 19 ribu warga langsung diungsikan dari kawasan rawan bencana III. Dia mengaku ada yang tidak menaati perintah untuk mengungsi akibatnya dibakar oleh awan panas.

Tim SAR masih diterjunkan ke dua daerah yang diduga rawan korban, terutama di Kinahrejo dan Turgo. Selama seharian mereka tidak menemukan korban baru, selain 29 korban yang telah meninggal. Namun, pencarian belum dihentikan.

Jumat, 01 Oktober 2010

Drama Surealis Unikal

Sebelum saya memberikan contoh drama surealis yang di dalami Universitas Pekalongan, terlebih dahulu saya akan membahas pengertian Surealis/surealisme terlebih dahulu. surealisme merupakan gerakan kebudayaan yang menyeru kepada alam bawah sadar. artinya surealisme dapat di katakan sebagai Sebuah usaha untuk merayakan mimpi-mimpi yang semalam hadir di dalam tidur kita. Para Surealis sering membiarkan pikirannya mengalir dengan bebas ke dalam halaman kertas tanpa berusaha mengaturnya, sehingga mimpi yang mereka tulis ulang itu bisa hadir secara jujur dan apa adanya. Seorang pengarang/pelukis surealisme berharap, bahwa setiap mimpi yang mereka tulis/lukis ulang dan menjadi sebuah cerita/lukisan itu mampu menerjemahkan “diri” si pengarangnya atau dapat menjelaskan kondisi sosial di masyarakat.



berikut ini contoh naskah drama surealis :



JUDUL NASKAH DRAMA : BADAI SEPANJANG MALAM
Karya MAX ARIFIN

Para Pelaku:
1.Jamil, seorang guru SD di Klaulan,Lombok Selatan,berumur 24 tahun
2.Saenah,istri Jamil berusia 23 tahun
3.Kepala Desa,suara pada flashback


Setting :
Ruangan depan sebuah rumah desa pada malam hari.Di dinding ada lampu
minyak menyala.Ada sebuah meja tulis tua. Diatasnya ada beberapa buku
besar.Kursi tamu dari rotan sudah agak tua.Dekat dinding ada balai balai .Sebuah radio transistor juga nampak di atas meja.


Suara :
Suara jangkerik.suara burung malam.gonggongan anjing di kejauhan.Suara Adzan subuh.

Musik:
Sayup sayup terdengar lagu Asmaradahana,lewat suara sendu seruling

Note:
Kedua suami istri memperlihatkan pola kehidupan kota.dengan kata lain,mereka berdua memang berasal dari kota.tampak pada cara dan bahan pakaian yang mereka kenakan pada malam hari itu.mereka juga memperlihatkan sebagai orang yang baik baik.hanya idelisme yang menyala nyala yang menyebabkan mereka berada di desa terpencil itu.

Begitu layar tersingkap, nampak jamil sedang asyik membaca.Kaki nya ditelusurkan ke atas kursi di depannya.Sekali sekali ia memijit mijit keningnya dan membaca lagi.Kemudian ia mengangkat mukanya,memandang jauh ke depan,merenung dan kembali lagi pada bacaannya.Di kejauhan terdengar salak anjing melengking sedih.Jangkerik juga menghiasi suasana malam itu. Di kejauhan terdengar seruling pilu membawakan Asmaradahana.
Jamil menyambar rokok di atas meja dan menyulutnya.Asap berekepul ke atas.Pada saat itu istrinya muncul dari balik pintu kamar.

_____________________________________________________________________________________

Saenah :
"Kau belum tidur juga?kukira sudah larut malam.Beristirahatlah,besok kan hari kerja?"

Jamil:
"Sebentar,Saenah.Seluruh tubuhku memang sudah lelah,tapi pikiranku masih saja mengambang ke sana kemari.Biasa, kan aku begini malam malam."

saenah:
"Baiklah.tapi apa boleh akuketahui apa yang kaupikirkan malam ini?"

jamil:
"Semuanya,semua apa yang kupikirkan selama ini sudah kurekam dalam buku harianku,Saenah.Perjalanan hidup seorang guru muda-yang ditempatkan di suatu desa terpencil-seperti Klulan ini kini merupakan lembaran lembaran terbuka bagi semua orang."

Saenah:
"Kenapa kini baru kau beritahukan hal itu padaku?Kau seakan akan menyimpan suatu rahasia.Atau memang rahasia?"

Jamil:
"Sama sekali bukan rahasia ,sayangku! Malam malam di tempat terpencil seakan memanggil aku untuk diajak merenungkan sesuatu.Dan jika aku tak bisa memenuhi ajakannya aku akan mengalami semacam frustasi.Memang pernah sekali,suatu malam yang mencekam,ketika aku sudah tidur dengan nyenyak,aku tiba pada suatu persimpangan jalan di mana aku tidak boleh memilih.Pasrah saja.Apa yang bisa kaulakukan di tempat yang sesunyi ini?"[Dia menyambar buku hariannya yang terletak di atas meja dan membalik balikkannya] "Coba kaubaca catatanku tertanggal…"[sambil masih membolak balik]"..ini tanggal 2 oktober 1977."

Saenah:
[Membaca] “Sudah setahun aku bertugas di Klaulan.Suatu tempat yang terpacak tegak seperti karang di tengah lautan,sejak desa ini tertera dalam peta bumi.Dari jauh dia angker,tidak bersahabat:panas dan debu melecut tubuh.Ia kering kerontang,gersang.Apakah aku akan menjadi bagian dari alam yang tidak bersahabat ini?Menjadi penonton yang diombangkan ambingkan oleh…barang tontonannya.Setahun telah lewat dan selama itu manusia ditelan oleh alam”.[Pause dan Saenah mengeluh;memandang sesaat pada Jamil sebelum membaca lagi].”Aku belum menemukan kejantanan di sini.Orang orang seperti sulit berbicara tentang hubungan dirinya dengan alam.Sampai di mana kebisuan ini bisa diderita?Dan apakah akan diteruskan oleh generasi generasi yang setiap pagi kuhadapai?Apakah di sini tidak dapat dikatakan adanya kekejaman.”[Saenah berhenti membaca dan langsung menatap pada Jamil]


Jamil:
"Kenapa kau berhenti?jangan tatap aku seperti itu,Saenah."

Saenah:
"Apakah tulisan ini tidak keterlaluan?Bisakah ditemukan kejujuran di dalamnya?"


Jamil:
"Kejujuran kupertaruhkan di dalamnya,Saenah.Aku bisa mengatakan,kita kadang-kadang dihinggapi oleh sikap sikap munafik dalam suatu pergaulan hidup.Ada ikatan ikatan yang mengharuskan kita berkata “Ya!” terhadap apa pun,sekalipun dalam hati kecil kita berkata”Tidak”.Kejujuranku mendorong aku berkata,”Tidak”,karena aku melatih diri menjadi orang yang setia kepada nuraninya.Aku juga tahu, masa kini yang dicari adalah orang orang yang mau berkata”Ya”.Yang berkata “Tidak” akan disisihkan.[Pause] Memang sulit,Saenah.Tapi itulah hidup yang sebenarnya terjadi.Kecuali kalau kita mau melihat hidup ini indah di luar,bobrok di dalam.Itulah masalahnya."[Pause.Suasana itu menjadi hening sekali.Di kejauhan terdengar salak anjing berkepanjangan]

Saenah:
"Aku tidak berpikir sampai ke sana. Pikiranku sederhana saja.kau masih ingat tentunya,ketika kita pertama kali tiba di sini,ya setahun yang lalu.Tekadmu untuk berdiri di depan kelas,mengajar generasi muda itu agar menjadi pandai.Idealismemu menyala nyala.Waktu itu kita disambut oleh Kepala Desa dengan pidato selamat datangnya."[Saenah lari masuk.Jamil terkejut.tetapi sekejap mata Saenah muncul sambil membawa tape recorder!] "Ini putarlah tape ini.Kaurekam peristiwa itu."[Saenah memutar tape itu,kemudian terdengarlah suara Kepala Desa]"…Kami ucapkan selamat datang kepada Saudara Jamil dan istri.Inilah tempat kami.Kami harap saudara betah menjadi guru di sini.Untuk tempat saudara berlindung dari panas dan angin,kami telah menyediakan pondok yang barangkali tidak terlalu baik bagi saudara.Dan apabila Anda memandang bangunan SD yang cuma tiga kelas itu.Dindingnya telah robek,daun pintunya telah copot,lemari lemari sudah reyot,lonceng sekolah bekas pacul tua yang telah tak terpakai lagi.Semunya,semuanya menjadi tantangan bagi kita bersama.Selain itu,kami perkenalkan dua orang guru lainnya yang sudah lima tahun bekerja di sini.Yang ini adalah Saudara Sahli,sedang yang berkaca mata itu adalah Saudara Hasan.Kedatangan Saudara ini akan memperkuat tekad kami untuk membina generasi muda di sini.Harapan seperti ini menjadi harapan Saudara Sahli dan Saudara Hasan tentunya.”[Saenah mematikan tape.Pause,agak lama.Jamil menunduk,sedang Saenah memandang pada Jamil.Pelan pelan Jamil mengangkat mukanya.Mereka berpandangan]


Saenah:
"Semua bicara baik-baik saja waktu itu dan semuanya berjalan wajar."

Jamil:
"Apakah ada yang tidak wajar pada diriku sekarang ini ?"

Saenah:
"Kini aku yang bertanya:jujurkah pada nuranimu sendiri?Penilaian terakhir ada pada hatimu.dan mampukah kau membuat semacam pengadilan yang tidak memihak kepada nuranimu sendiri?Karena bukan mustahil sikap keras kepala yang berdiri di belakang semuanya itu.Terus terang dari hari ke hari kita seperti terdesak dalam masyarakat yang kecil ini."

Jamil:
"Apakah masih harus kukatakan bahwa aku telah berusaha berbuat jujur dalam semua tindakanku?Kau menyalahkan aku karena aku terlalu banyak bilang”Tidak” dalam setiap dialog dengan sekitarku.Tapi itulah hatiku yang ikhlas untuk ikut gerak langkah masyarakatku.Tidak,Saenah. Mental masyarakat seperti katamu itu tidak terbatas di desa saja, tapi juga berada di kota"

Saenah:
"Kau tidak memahami masyarakatmu."

Jamil:
"Masyarakat itulah yang tidak memahami aku."

saenah:
"siapa yang salah dalam hal ini."

Jamil:
"Masyarakat."

Saenah:
"Yang menang ?"

Jamil:
"Aku"

Saenah:
"Lalu ?"

Jamil:
"Aku mau pindah dari sini."[Pause. Lama sekali mereka berpandangan.].

Saenah:
[Dengan suara rendah]"Aku kira itu bukan suatu penyelesaian."

Jamil:
[nada Keras] "Sementara memang itulah penyelesaiannya."

Saenah:
[nada Keras]"Tidak! Mesti ada sesuatu yang hilang antara kau dengan masyarakatmu.Selama ini kau membanggakan dirimu sebagai seorang idealis.Idealis sejati,malah.Apalah arti kata itu bila kau sendiri tidak bisa dan tidak mampu bergaul akrab dengan masyarakatmu."[Pause]

[Lemah diucapkan]"Aku terkenang masa itu,ketika kau membujuk aku agar aku mu datang kemari"[Flashback dengan mengubah warn cahaya pelan pelan.Memakai potentiometer.Bisa hijau muda atau warna lainnya yang agak kontras dengan warna semula.Musik sendu mengalun]

Jamil:
"Aku mau hidup jauh dari kebisingan,Saenah.Aku tertarik dengan kehidupan sunyi di desa,dengan penduduknya yang polos dan sederhana.Di sana aku ingin melihat manusia seutuhnya.Manusia yang belum dipoles sikap sikap munafik dan pulasan belaka.Aku harap kau menyambut keinginanku ini dengan gembira,dan kita bersama sama kesana.Di sana tenagaku lebih diperlukan dari pada di kota.Dan tentu banyak yang dapat aku lakukan."

Saenah:
"Sudah kaupikirkan baik baik? Perjuangan di sana berarti di luar jangkauan perhatian."

Jamil:
"Aku bukan orang yang membutuhkan perhatian dan publikasi.Kepergianku ke sana bukan dengan harapan untuk menjadi guru teladan.Coba bayangkan,siapa pejabat yang bisa memikirkan kesulitan seorang guru yang bertugas di Sembalun,umpamanya?Betul mereka menerima gaji tiap bulan.Tapi dari hari ke hari dicekam kesunyian,dengan senyum secercah terbayang di bibirnya bila menghadapi anak bangsanya.dengan alat alat serba kurang mungkin kehabisan kapur,namun hatinya tetap di sana.Aku bukan orang yang membutuhkan publikasi,tapi ukuran ukuran dan nilai nilai seorang guru di desa perlu direnungkan kembali.Ini bukan ilusi atau igauan di malam sepi,Saenah.Sedang teman teman di kota mempunyai kesempatan untuk hal hal yang sebaliknya dari kita ini.Itulah yang mendorong aku,mendorong hatiku untuk melamar bertugas di desa ini."


Saenah:
"Baiklah, Sayang.Ketika aku melangkahkan kaki memasuki gerbang perkawinan kita,aku sudah tahu macam suami yang kupilih itu.Aku bersedia mendampingimu.Aku tahu,apa tugas utamaku disamping sebagai seorang ibu rumah tangga.Yaitu menghayati tugas suami dan menjadi pendorong utama karirnya.Aku bersedia meninggalkan kota yang ramai dan aku sudah siap mental menghadapi kesunyian dan kesepian macam apa pun.Kau tak perlu sangsi."[Pause senbentar.Pelan pelan lampu kembali pada cahaya semula]

Saenah:
"Kini aku menjadi sangsi terhadap dirimu.Mana idealisme yang dulu itu? Tengoklah ke kanan.apakah jejeran buku-buku itu belum bisa memberikan jawaban pada keadaan yang kauhadapi sekarang?Di sana ada jawaban yang diberikan oleh Leon Iris,Erich Fromm,Emerson atau Alvin Toffler.Ya,malam malam aku sering melihat kau membuka-buka buku-buku Erich Fromm yang berjudul The Sane Society atau Future Shock nya Alvin Toffler itu."

Jamil:
"Apa yang kau kauketahui tentang Eric Fromm dengan bukunya itu? Atau Toffler?"

Saenah:
"Tidak banyak.Tapi yang kuketahui ada orang-orang yang mencari kekuatan pada buku-bukunya.Dan dia tidak akan mundur walau kehidupan pahit macam apa pun dosodorkan kepadanya.karena ia mempunyaai integritas diri lebih tinggi dri orang-orang yng menyebabkan kepahitan hidupnya.apakah kau menyerah dalam hal ini?Ketika kau melangkahkan kakimu memasuki desa ini terlalu bnyak yang akan kausumbngkan padanya,ini harsus kauakui.Tapi kini-akuilah-kau menganggap desa ini terlalu banyak meminta dirimu.Inilah resiko hidup di desa.Seluruh aspek kehidupan kita disorot.Smpai sampai soal pribadi kita dijadikan ukuran mampu tidaknya kita bertugas.Dan aku tahu hal itu.Karena aku kenal kau."[Suasana menjadi hening sekali.Pause]
"Aku sama sekali tak menyalahkan kau.malah dim diam menghargai kau, dan hal itu sudah sepantasnya.Aku tidak ingin kau tenggelam begitu saja dalam suatu msyarakat atau dalam suatu sistem yang jelek namun telah membudaya dalam masyarakat itu.Di mana pun kau berda.juga sekiranya kau bekerja di kantor.Kau pernah dengan penuh semangat menceritakan bagaimana novel karya Leon Uris yang berjudul QB VII.Di sana Uris menulis,katamu bahwa seorang manusia harus sadar kemanusiaannya dan berdiri tegak antara batas kegilaan lingkungannya dan kekuatan moral yang seharusnya menjadi pendukungnya.Betapapun kecil kekuatan itu.Di sanalah manusia itu diuji.Ini bukan kuliah.Aku tak menyetujui bila kau bicara soal kalah menang dalam hal ini.Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang.Dialog yang masih kurang."


Jamil:
"Aku mungkin mulai menyadari apa benda yang hilang yang kaukatakan tadi.generasi sekarang mengalami kesulitan dalam masalah hubungan.Hubungan antar sesama manusia.Mereka mengalami apa yang disebut kegaguan intelektual.kita makin cemas,kita seakan akan mengalami kemiskinan artikulasi.Disementara sekolah di banyak sekolah malah,mengarang pun bukanlah menjadi pelajaran utama lagi,sementara makin banyak gagasan yang harus diberitahukan ke segala sudut.Pertukaran pikiran makin dibutuhkan."


Saenah:
"Ya,seperti pertukaran pikiran malam ini.Kita harus yakin akan manfaat pertukaran .Ada gejala dalam masyarakat di mana orang kuat dan berkuasa segan bertukar pikiran.Untuk apa ,kata mereka.Kan aku berkuasa."

Jamil:
"Padahal nasib suatu masyarakat tergantung pada hal-hal itu.Dan kita jangan melupakan kenyataan bahwa masyarakat itu bukan saja berada dalam konflik dengan orang-orang yang mempunyai sikap yang tidak sosial tetapi sering pula konflik dengan sifat sifat manusia yang paling dibutuhkan,yang justru ditekan oleh masyarakat itu sendiri."

Saenah:
"Itu kan Erich Fromm yang bilang."

Jamil:
"Memang aku mengutip dia."[Dari kejauhan terdengar suara bedug subuh kemudian adzan]

Saenah:
"Aduh,kiranya sudah subuh.Pagi ini anak-anak menunggumu,generasi muda yang sangat membutuhkan kau."

Jamil:
"Aku akan tetap berada di desa ini,sayangku."

Saenah:
"Aku akan tetap bersamamu.Yakinlah."[Jamil menuntun istrinya ke kamar tidur.Musik melengking keras lalu pelan pelan,sendu dan akhirnya berhenti].

Sumber naskah :

A.Rumadi.Penerbit PT Gramedia Jakarta,1988,halaman 25-33.

Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi, Prosa dan Drama unikal

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi

Sebuah karya sastra mengandung unsur intrinsik serta unsur ekstrinsik. Keterikatan yang erat antarunsur tersebut dinamakan struktur pembangun karya sastra.
Unsur intrinsik ialah unsur yang secara langsung membangun cerita dari dalam karya itu sendiri, sedangkan unsur ekstrinsik ialah unsur yang turut membangun cerita dari luar karya sastra.

Unsur intrinsik yang terdapat dalam puisi, prosa, dan drama memiliki perbedaan, sesuai dengan ciri dan hakikat dari ketiga genre tersebut. Namun unsur ekstrinsik pada semua jenis karya sastra memiliki kesamaan.
Unsur intrinsik sebuah puisi terdiri dari tema, amanat, sikap atau nada, perasaan, tipografi, enjambemen, akulirik, rima, citraan, dan gaya bahasa. Unsur ekstrinsik yang banyak mempengaruhi puisi antara lain: unsur biografi, unsur kesejarahan, serta unsur kemasyarakatan.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Prosa



Unsur pembangun prosa terdiri dari struktur dalam atau unsur intrinsik serta struktur luar atau unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik prosa terdiri dari tema dan amanat, alur, tokoh, latar, sudut pandang, serta bahasa yang dipergunakan pengarang untuk mengekspresikan gagasannya.

Tema prosa fiksi terutama novel dapat terdiri dari tema utama serta beberapa tema bawahan. Pada cerpen yang memiliki pengisahan lebih singkat, biasanya hanya terdapat tema utama.

Alur merupakan struktur penceritaan yang dapat bergerak maju (alur maju), mundur (alur mundur), atau gabungan dari kedua alur tersebut (alur campuran). Pergerakan alur dijalankan oleh tokoh cerita. Tokoh yang menjadi pusat cerita dinamakan tokoh sentral. Tokoh adalah pelaku di dalam cerita. Berdasarkan peran tokoh dapat dibagi menjadi tokoh utama, tokoh bawahan, dan tokoh tambahan. Tokoh tercipta berkat adanya penokohan, yaitu cara kerja pengarang untuk menampilkan tokoh cerita. Penokohan dapat dilakukan menggunakan metode (a) analitik, (b) dramatik, dan (c) kontekstual.

Tokoh cerita akan menjadi hidup jika ia memiliki watak seperti layaknya manusia. Watak tokoh terdiri dari sifat, sikap, serta kepribadian tokoh. Cara kerja pengarang memberi watak pada tokoh cerita dinamakan penokohan, yang dapat dilakukan melalui dimensi (a) fisik, (b) psikis, dan (c) sosial.

Latar berkaitan erat dengan tokoh dan alur. Latar adalah seluruh keterangan mengenai tempat, waktu, serta suasana yang ada dalam cerita. Latar tempat terdiri dari tempat yang dikenal, tempat tidak dikenal, serta tempat yang hanya ada dalam khayalan. Latar waktu ada yang menunjukkan waktu dengan jelas, namun ada pula yang tidak dapat diketahui secara pasti.

Cara kerja pengarang untuk membangun cerita bukan hanya melalui penokohan dan perwatakan, dapat pula melalui sudut pandang. Sudut pandang adalah cara pengarang untuk menetapkan siapa yang akan mengisahkan ceritanya, yang dapat dipilih dari tokoh atau dari narator. Sudut pandang melalui tokoh cerita terdiri dari (a) sudut pandang akuan, (b) sudut pandang diaan, (c) sudut pandang campuran. Dalam menuangkan cerita menggunakan medium bahasa, pengarang bebas menentukan akan menggunakan bahasa nasional, bahasa daerah, dialek, ataupun bahasa asing.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama



Karya sastra drama memiliki unsur intrinsik serta unsur ekstrinsik yang diperlukan untuk membangun ceritanya. Unsur intrinsik drama terdiri dari tema, plot, tokoh, dialog, karakter, serta latar.

Drama yang merupakan ciptaan kreatif pengarang harus memiliki tema yang kuat, agar tercipta sebuah cerita yang tak lekang oleh waktu. Tanpa adanya konflik, cerita drama akan terasa datar. Konflik terdapat di dalam plot, yang terjadi karena adanya ketegangan antartokoh.

Tokoh drama terbagi menurut peran dan fungsinya dalam lakon. Menurut perannya tokoh terdiri dari tokoh utama, tokoh bawahan, serta tokoh tambahan. Di dalam drama fungsi tokoh sangat penting, yaitu sebagai tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh tritagonis.

Cakapan merupakan ciri utama drama yang mungkin berupa dialog namun dapat pula berbentuk monolog. Selain itu, ada pula karakter dan latar yang saling berhubungan erat. Latar dalam drama sangat mempengaruhi karakter tokoh.

Metode efektif drama di Universitas Pekalongan


Beberapa orang mengatakan bahwa drama mengajarkan tentang kehidupan kepada kita dengan cara yang lebih jelas dan lebih gamblang daripada yang kita alami sebenarnya. Drama cenderung mengelompokkan masalah-masalah kompleks dalam hidup manusia, bukan dengan penyederhanaan, namun melalui seleksi. Drama dapat membuat cerita dan gagasan menjadi lebih hidup, dan karena sifat dasarnya yang pokok dan kreatif, drama sering menjadi teknik pendidikan yang penting.

Ketika kita memikirkan tentang konteks pendidikan di gereja dan sekolah minggu, kita cenderung hanya memikirkan "drama religi" dan lebih khusus lagi "drama Kristen". Kaye Baxter mendefinisikan drama religi sebagai hal yang berkaitan dengan tema kehidupan yang penting dan pokok. Drama "menampilkan karakter dalam tindakan -- dalam situasi ketika iman dan kepercayaan diuji."[1]

Ingatlah, yang sedang kita pikirkan di sini adalah metode yang efektif untuk mengomunikasikan pesan kebenaran. Seseorang seharusnya tidak diombang-ambingkan oleh karena sekelompok orang yang mengatakan bahwa karena drama digunakan dengan tidak tepat untuk menyatakan kesalahan dan dosa, metode tersebut [menggunakan drama] tidak baik dan harus dihindari. Drama sebagai teknik adalah amoral (tidak lagi memiliki ciri khas yang baik atau jahat). Cara kita menggunakannyalah yang membuat perbedaan.

Perjanjian Lama menyediakan cukup banyak contoh untuk pengajaran macam ini. Perhatikanlah nabi Yehezkiel yang mendesain contoh kota Yerusalem dan kemudian mengepungnya atas perintah Allah. Atau reaksi Elia di Gunung Karmel seperti yang dicatat dalam 1 Raja-Raja 18. Sebenarnya tidak perlu bagi Elia untuk menambahi air yang berbuyung-buyung itu atau mengejek nabi-nabi Baal tentang allah mereka yang sedang bepergian. Tetapi semua tindakannya itu mencapai puncaknya ketika Elia memperlihatkan kekuatan Allahyang luar biasa. Demonstrasi dramatis dari para nabi menjadi format pengajaran dasar pada saat itu.

Kita jangan menyalahartikan drama dengan permainan peran. Permainan peran dapat dipertunjukkan dalam waktu kurang dari setengah jam tanpa persiapan apa pun dari masing-masing pemeran. Hal itu jarang terjadi pada drama. Di sini kita sedang membahas tentang metode yang mungkin bisa kita laksanakan hanya sekali atau dua kali setahun. Jam latihan yang lama, kostum, tata panggung, dan persiapan-persiapan lain cenderung membuat kita merasa bahwa drama adalah metode pengajaran benar-benar "tidak sebanding dengan usahanya". Namun kita tidak perlu terlalu tergesa-gesa menyalahkan metode pengajaran mana pun, setidaknya sampai kita mencobanya. Pengaruh yang dihasilkan oleh drama pada hidup para pemain dan penontonnya mungkin sepadan dengan waktu yang diinvestasikan.

Nilai-Nilai Kegunaan Drama

Drama bisa menjadi alat yang sangat efektif untuk menunjukkan solusi yang tepat atas masalah-masalah yang dihadapi oleh orang-orang dalam kehidupan nyata. Keterlibatan emosi adalah pengalaman yang biasa terjadi ketika seseorang menyaksikan drama yang efektif. Penonton tersebut mungkin melihat dirinya direfleksikan dalam salah satu tokoh dan mengakui bahwa solusi yang sama yang dieksplorasi dalam drama itu bisa juga diterapkan dalam hidup dan masalahnya.

Drama juga bisa digunakan untuk meningkatkan pengalaman penyembahan. James Warren mengingatkan kita, "Drama selalu dikaitkan erat dengan penyembahan di gereja. Sebagai contoh, pembacaan lisan, paduan suara, pertunjukan seni, tarian dramatis, dekorasi yang menawan, dan tata lampu adalah sebagian dari teknik yang bisa membawa jemaat kepada semangat penyembahan. Drama bukan hanya bisa ditemukan dalam teknik-teknik di atas, tapi juga bisa ditemukan di dalam liturgi (misalnya, ketika sebuah kebaktian penyembahan lambat laun menuju kepada tindakan pemujaan dan komitmen)."[2]

Saya tidak akan pernah melupakan pengalaman yang saya alami dalam kebaktian Jumat Agung beberapa tahun yang lalu. Sebagai ganti puji-pujian paduan suara dan khotbah biasa, gereja saya memakai film tentang Penyaliban. Pengaruh drama tersebut terhadap hidup saya pada saat itu jauh lebih berarti daripada ibadah-ibadah lain yang saya ikuti pada tahun-tahun sebelumnya.

Fitur dari drama yang lain yang juga berguna adalah kemampuannya menstimulasi pikiran mengenai masalah-masalah penting. Dalam hal ini, drama bisa digunakan sebagai katalisator dalam diskusi kelompok. Untuk hal ini, kita tidak perlu direpotkan dengan masalah kostum dan latihan karena kita menginginkan drama yang cukup singkat dalam pementasannya sehingga setelah pertunjukan waktu dapat digunakan untuk diskusi yang efektif.

Sebagai contoh, sekelas anak-anak SMP yang sedang mempelajari kisah perjalanan penginjilan Paulus dalam kitab Kisah Para Rasul bisa mempersiapkan drama tentang Paulus dan Silas di penjara Filipi. Dua atau tiga kali latihan dengan penggunaan kostum yang terbatas bisa menghasilkan pertunjukan yang bermanfaat dalam waktu 15 atau 20 menit yang kemudian bisa diikuti oleh diskusi kelompok menyeluruh.

Drama bisa membantu menyingkapkan pemahaman karakter dan kepribadian seseorang yang digambarkan dalam drama. Bayangkan dampak yang dapat ditimbulkan oleh drama yang direncanakan dengan matang yang mempelajari perilaku Ayub selama masa kesusahannya.

Drama bisa membantu gereja dalam penginjilan. Orangtua non-Kristen yang mungkin tidak pernah datang ke kebaktian gereja mungkin akan merespons dengan antusias undangan yang meminta mereka datang dan menyaksikan drama yang diikuti oleh anak-anak mereka. Pengaruh pesan sebuah drama bisa diarahkan pada penyampaian Injil yang jelas. Jika kita melihat penerimaan yang besar oleh masyarakat terhadap pelayanan film dari Billy Graham Evangelistic Association, maka hal itu sudah merupakan suatu pembenaran yang cukup terhadap peran drama dalam penginjilan.

Jika gereja menggunakan media televisi dalam skala yang besar, mungkin sangat baik mengetahui (seperti yang telah ditunjukkan beberapa denominasi besar kepada kita melalui pelayanan televisi mereka) bahwa drama Kristen merupakan teknik yang lebih efektif dalam mengomunikasikan Injil melalui televisi dibanding dengan pendekatan tradisional lainnya.

Satu hal lagi yang perlu dibahas adalah penggunaan drama kreatif dengan anak-anak. Eleanor Morrison dan Virgil Foster menyediakan satu bab khusus untuk masalah ini dalam buku mereka dan menunjukkan bagaimana drama bisa menjadi efektif sekalipun tanpa latihan yang lama dan kostum yang mahal. "Drama kreatif adalah kegiatan favorit anak-anak karena mereka mengarang penulisan drama mereka sendiri. Materi yang digunakan mungkin asli atau mungkin berdasarkan pada kisah yang sedang dipelajari dalam kelompok. Gambar latar, kostum, dan peralatan hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Dialognya -- karena drama tersebut muncul dari interaksi spontan -- bervariasi setiap kali dipentaskan. Penekanannya adalah pada partisipasi yang spontan dan bebas dari anak-anak alih-alih akting yang hebat. Pemeran mungkin bisa berganti-ganti setiap berganti adegan karena semua anak harus dilibatkan."[3]

Hal-Hal Penting Sebelum Melakukan Pertunjukan Drama

Dalam upaya memutuskan untuk menggunakan drama, saya sudah menyebutkan sebagian besar dari masalah-masalah utamanya. Kemungkinan latihan berminggu-minggu atau berbulan-bulan yang menyebalkan, ditambah lagi dengan biaya kostum dan panggung, dan semuanya cukup menarik guru untuk kembali ke metode mengajar melalui khotbah!

Salah satu murid saya, yang menulis sebuah karangan mengenai kegunaan drama, menyarankan sebuah model untuk memperkenalkan drama sebagai teknik pengajaran di gereja. Dia menuliskan tujuh langkah yang harus dilakukan.

1. Pelajaran -- bahan yang diajarkan di kelas-kelas.

2. Diskusi -- pembahasan tentang bagaimana seorang tokoh berpikir, atau bagaimana seseorang seharusnya merespons apa yang dibicarakan.

3. Diskusi lanjutan -- pembahasan drama religi dan bagaimana drama tersebut bisa membantu menjelaskan situasi dalam kehidupan orang Kristen.

4. Permainan peran -- setiap pemain berpura-pura memerankan seorang tokoh dan beradu akting dengan pemain yang lain.

5. Improvisasi -- naskah pendek untuk menggambarkan beberapa ide atau memerankan beberapa tokoh.

6. Adegan pendek -- naskah yang lebih panjang dan mulai memikirkan masalah kostum.

7. Drama tunggal -- naskah lengkap dan dengan latihan-latihan sebelum drama dipentaskan untuk penonton.

Hasil akhir dari delapan langkah ini adalah sebuah drama lengkap dan penggunaan drama sebagai media reguler dalam program pendidikan gereja.

Prinsip-Prinsip Penggunaan Drama yang Efektif

Bersabarlah dengan pemain yang belum berpengalaman. Bersabarlah dengan orang-orang dewasa di gereja yang sedikit curiga dengan metode tersebut. Bersabarlah untuk melihat hasil akhir drama sebagai teknik pengajaran.

Perhatikanlah dengan cermat drama yang akan ditampilkan. Pastikan drama tersebut tidak terlalu sulit bagi kelompok usia tertentu dan sehingga pesan pentingnya dapat tersampaikan dengan tepat.

Pilihlah seorang sutradara yang bisa membimbing dengan baik dalam pengembangan drama. Jika Anda harus menyutradarainya sendiri, pelajarilah beberapa sumber buku yang membantu untuk meningkatkan keefektifan kepemimpinan Anda.

Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan

Perkuliahan Matematika Universitas Pekalongan



Mata kuliah telaah kurikulum matematika pendidikan dasar merupakan salah satu mata kuliah yang harus saya jalani disemester ini. Awalnya saya tidak mengetahui seperti apa kuliah yang akan saya jalani. Namun setelah melalui perkuliahan ini saya menjadi paham bahwa disini kami dilatih untuk menjadi tenaga pendidik yang handal dan professional. Pada proses perkuliahan lebih menitik beratkan pada keaktifan mahasiswa dan dosen menjadi fasilitator dan motivator.

Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari tiga sampai empat orang. Tujuannya mungkin agar lebih optimal dan efisien dalam kerja, tetapi menurut yang saya alami dalam kelompok jumlah tersebut terlalu sedikit. Sehingga kami agak kewalahan dalam membuat dan menjalankan tugas-tugas yang ada.


Proses perkuliahan dengan metode presentasi oleh kelompok sangat efektif menurut saya dalam mata kuliah kependidikan seperti ini, selain untuk melatih kami dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi di depan umum, juga membuat kami lebih aktif dalam mempelajari bahan perkuliahan. Sedangkan dosen membantu kami dalam pembahasan misal saat sesi diskusi ataupun tanya jawab di setiap presentasi kelompok. Walau dengan metode ini mahasiswa yang lebih aktif tetapi dosen tidak melepaskan kami begitu saja, beliau tetap memberikan arahan, masukan serta teguran kepada kami. Dan juga ada beberapa hal yang tidak terbahas oleh kami dalam presentasi ataupun diskusi kelompok itu dijelaskan oleh dosen secara klasikal.

Hal yang paling mengesankan bagi saya dan kawan-kawan lainnya barangkali adalah saat kami diminta untuk melakukan observasi ke sekolah-sekolah. Awalnya ini menjadi momok bagi saya sebab belum pernah ke sekolah dalam rangka observasi ataupun tugas kuliah lainnya. Namun, berkat dorongan semangat dan trik serta tips yang diberikan oleh dosen mata kuliah ini kami memberanikan diri untuk terjun kesekolah yang sebenarnya nanti akan menjadi lingkungan pengabdian kami.

Saya sangat berterimakasih karena dalam perkuliahan ini kami difasilitasi untuk berinteraksi langsung di lapangan dengan pihak sekolah, guru dan murid. Kami diberi kesempatan untuk melihat langsung dan mengamati serta menganalisa proses belajar mengajar di sekolah, bukan lagi sebagai siswa tapi sebagai calon pendidik, dan itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya.


Melihat fenomena pengajaran dan pendidikan di lapangan yang belum ideal dan sesuai dengan teori-teori yang dipelajari membuat saya bertekad untuk mendalami lebih dalam kemampuan-kemampuan ataupun teknik dan strategi sebagai seorang pendidik, dan bercita-cita tinggi untuk benar-benar mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata saat saya di amanahkan sebagai seorang pendidik di kemudian hari.masih banyak guru-guru kita saat ini yang belum mengaplikasikan perkembangan metode dan hal-hal lainnya di dunia kependidikan. Mereka masih banyak yang menggunakan cara-cara lama dalam mengajar. Dan dengan tugas berupa observasi yang diberikan dalam kuliah ini saya jadi bisa bersinggungan langsung dengan fenomena tersebut.

Selain observasi dan tugas presentasi kelompok, kami juga diberikan tugas membuat resume untuk setiap kelompok yang sedang mempresentasikan makalah dan hasil observasinya. Ini membantu kami untuk mendalami juga topik yang sedang dibahas oleh kelompok yang lain. Sehingga diharapkan kami tidak hanya paham dengan topik yang menjadi konsentrasi pembahasan kelompok kami, tapi juga memahami topik-topik lainnya.

Kesulitan yang saya alami dalam perkuliahan ini terutama pada saat awal observasi. Sebab saya belum pernah melakukan observasi sebelumnya. Ada rasa canggung di awal dan sedikit tidak paham apa yang harus di lakukan. Tetapi dengan masukan dari dosen dan senior-senior hal tersebutpun dapat diatasi. Kesulitan lainnya adalah jumlah anggota kelompok yang terlalu sedikit dan jadwal kuliah yang padat sebab banyak juga mata kuliah lain yang memerlukan waktu untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Dan terakhir kesulitan yang saya rasakan adalah tidak ada buku panduan ataupun diktat khusus untuk perkuliahan ini. Tetapi sumber-sumber lain juga ada di dapatkan.
Secara keseluruhan mata kuliah ini sangat menyenangkan dan menambah wawasan serta pengalaman saya. Setelah membahas kajian teori, melakukan observasi dan membahas secara bersama-sama hasil observasi tersebut dari berbagai macam topik, membuat saya menjadi semakin kuat dan semangat untuk menyiapkan diri sebagai seorang pendidik.

Terimakasih kepada Allah SWT yang memberi kesempatan saya untuk mengikuti perkuliahan ini. Mohon maaf dan terima kasih kepada ibu dosen dalam membimbing kami. Serta teman- teman seperjuangan Pendidikan Matematika UNP BP 2007, semoga kita bisa sukses dan berkontribusi bagi dunia pendidikan Indonesia yang lebih baik kedepannya. Mencetak generasi bangsa yang berkharakter dan berakhlaq mulia sesuai kepribadian bangsa dan agama kita. Jayalah dunia pendidikan Indonesia.

Buku Penunjang Perkuliahan Bahasa Indonesia Universitas Pekalongan


Penuntun Perkuliahan Bahasa Indonesia
Kategori : Buku Bahasa - Buku Bahasa
Penulis : Daeng Nurjamal, M.Pd. dan Warta Sumirat,
Penerbit : Penerbit Alfabeta
Tebal Buku : 248 Halaman
Berat Buku : 310 Gram
Harga : Rp 35.000 / EXEMPLAR

Pemesanan di sini


Perkuliahan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Pekalongan


MODEL SILABUS BAHASA INDONESIA

I. Deskripsi Mata Kuliah


Mata kuliah Bahasa Indonesia termasuk dalam Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). Ia merupakan mata kuliah yang wajib diberikan di semua jenjang pendidikan dan jalur pendidikan, sebagaimana yang dikemukakan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan nasional dan ditegaskan kembali pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang didesain agar mahasiswa dengan menekankan keterampilan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam ranah membaca, berbicara, menyimak, dan menulis karya ilmiah. Sejalan dengan uraian tersebut, maka dalam mata kuliah ini, Bahasa Indonesia yang dipelajari adalah bahasa Indonesia dalam hubungannya dengan dunia ilmu pengetahuan.

Pentingnya mempelajari bahasa Indonesia dalam hubungannya dengan ilmu pengetahuan karena mahasiswa, sebagai calon sarjana, dipersiapkan tidak hanya untuk menjadi konsumen ilmu pengetahuan melainkan juga sebagai produsen dalam bidang ilmiah. Ia memiliki tugas bukan saja dapat membaca tulisan-tulisan ilmiah, tetapi juga harus mampu menulis sendiri karangan-karangan yang bersifat ilmiah. Oleh karena itu, setiap mahasiswa perlu mengetahuai cara-cara menbuat karangan ilmiah tersebut.

II. Tujuan Mata Kuliah

Mata kuliah Bahasa Indonesia yang diberikan kepada mahasiswa memiliki tujuan umum dan khusus.

II. 1 Tujuan Umum Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Diajarkannya mata kuliah Bahasa Indonesia di berbagai universitas dan perguruan tinggi memiliki tujuan umum yang meliputi:

1. Menumbuhkan kesetiaan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan dapat mendorong mahasiswa memelihara bahasa Indonesia.
2. Menumbuhkan kebanggan terhadap bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan mampu mendorong mahasiswa mengutamakan bahasanya dan menggunakannya sebagai lambing identitas bangsa.
3. Menumbuhkan dan memelihara kesadaran akan adanya norma bahasa Indonesia, yang nantinya diharapkan agar mahasiswa terdorong untuk menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku.

II. 2 Tujuan Khusus Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Selain tujuan umum, Mata kuliah Bahasa Indonesia ini juga memiliki tujuan khusus. Secara khusus mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa, calon sarjana, terampil dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik apakah itu secara lisan, ataupun tertulis, sebagai pengungkapan gagasan ilmiah.

III. Garis-garis Pokok Perkuliahan

1. Mengenal Bahasa
1. 1 Pengertian Bahasa
1. 2 Fungsi Bahasa

2. Kedudukan Bahasa Indonesia
2. 1 Pengertian bahasa Indonesia
2. 2 Sejarah Bahasa Indonesia
2. 3 Ragam Bahasa Indonesia

3. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
3. 1 Pengertian Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
3. 2 Kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

4. Keberadaan Bahasa Indonesia Ilmiah
4. 1 Pengertian Bahasa Indonesia Ilmiah
4. 2 Ciri Bahasa Indonesia Ilmiah

5. Mengenal Karangan Ilmiah
5. 1 Pengertian Karangan Ilmiah
5. 2 Tujuan Penulisan Karangan Ilmiah
5. 3 Ragam Karangan Ilmiah

IV. Metode Perkuliahan

1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Diskusi
4. Tes Kemampuan
5. Penulisan Makalah

V. Evaluasi

1. Akumulasi dan proporsi kehadiran
2. Tes Kemampuan
3. Makalah dan laporan kajian buku
4. Keaktivan dalam diskusi
5. Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester

Daftar Buku Rujukan

Alisjahbana, S. Takdir. 1986. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Dian Rakyat: Jakarta

Arifin, E. Zaenal & S. Amran Tsasai. 1996. Cermat Berbahasa Indonesia. Akapres: Jakarta

Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Rineka Cipta: Jakarta

Djuharie, O. Setiawan. 2001. Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, Disertasi. Yrama Widya: Bandung

Keraf, Gorys. 1989. Tata Bahasa Indonesia. Nusa Indah: NTT

___________. 1997. Komposisi. Nusa Indah: NTT

Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Lisnguistik (Edisi Ketiga). Gramedia: Jakarta

Mustakim. 1994. Membina Kemampuan Berbahasa: Panduan ke Arah Kemahiran Berbahasa. Gramedia: Jakarta

Nazar, Noerzisri A.. 2004. Bahasa Indonesia dalam Karangan Ilmiah. Humaniora: Bandung

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Balai Pustaka: Jakarta

Putrayasa, Ida Bagus. 2006. Tata Kalimat Bahasa Indonesia. Refika Aditama: Bandung

Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. 2007. Grasindo: Jakarta

Samsuri. 1991. Analisis Bahasa. Penerbit Erlangga: Jakarta

Surakhmad, Winarno. 1988. Paper, Skripsi, Thesis, Disertasi: Buku Pegangan. Tarsito: Bandung

Suwignyo, Heri & Anang Santoso. 2008. Bahasa Indonesia Keilmuan. UMM Press: Malang

Apresiasi dan kajian drama dan teater Universitas Pekalongan



Soal

1. Sebutkan dan jelaskan pengertian drama !

2. Sebutkan dan jelaskan pengertian teater !

3. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis drama !

4. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis teater !

5. Sebutkan dan jelaskan intrinsik dan ekstrinsik drama !

6. Sebutkan dan jelaskan intrinsik dan ekstrinsik teater !

7. Sebutkan dan jelaskan secara singkat naskah drama yang pernah kamu baca (minimal 2) !

8. Sebutkan dan jelaskan secara singkat naskah teater yang pernah kamu baca (minimal 2) !

9. Sebutkan dan jelaskan secara singkat naskah drama yang pernah saudara saksikan (minimal 2 pementasan) !

10. Jelaskan hubungan persamaan dan perbedaan apresiasi dan kajian drama !


Jawaban

1. Drama berarti perbuatan, tindakan. Berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang berarti berbuat, berlaku, bertindak dan sebagainya. Drama adalah hidup yang

dilukiskan dengan gerak. Dapat juga diartikan sebagai satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini berasal dari

Bahasa Yunani yang berarti “aksi”, “perbuatan”. Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media: di atas panggung, film, dan atau televisi. Drama juga terkadang

dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera.

2. Secara etimologis Teater adalah gedung pertunjukan atau auditorium. Dalam arti luas, teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang

banyak. Teater bisa juga diartikan sebagai drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media : Percakapan, gerak dan laku

didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik, nyanyian, tarian, dsb.

3. a. Drama Tragedi / duka cerita
Drama yang penuh dengan kesedihan.
Contoh : Kapai-kapai karya Arifin C. Noor
Nyai Dasima karya SM. Ardan
b. Drama Komedi / suka cerita
Drama penggeli hati.
Contoh : Liburan seniman karya Usmar Ismail
Tuan Amin karya Amal Hamzah
c. Drama Tragadi komidi / suka-duka cerita
Drama yang penuh dengan kesedihan, tetapi juga hal-hal yang menggembirakan.
Contoh : Api karya Usmar Ismail
Saija dan Adinda karya Multatuli
d. Drama Opera
Drama yang berisikan nyanyian digunakan sebagai dialog.
e. Drama Operette
Drama sejenis opera tetapi lebih pendek.
f. Drama Melodrama
Asal-usul melodrama dari alur opera yang dicakapkan dengan iringan musik.
Contoh : Dua orang algojo Terjemahan Sori Siregar
g. Drama minikata
Drama yang pada saat dipentaskan boleh dikatakan hampir tidak menggunakan dialog sama sekali.
Contoh : Bib Bib Bop karya W.S Rendra
Lho ! karya Putu Wijaya
h. Drama Sendra tari
Seni drama tari, tanpa dialog dari pemainnya.

4. a. Teater Tradisional.
Teater tradisional hendaknya diartikan bentuk teater yang bersumber dan berakar, bermula serta berpijak di bumi Indonesia, dengan segala aspek kehidupan yang
mengelilinginya.
b. Teater Transisi.
Bentuk-bentuk yang relatif masih muda. Disamping itu setidak-tidaknya, sebagian sudah mendapat pengaruh dari luar, teater barat, dalam kadar yang cukup
besar.
c. Teater Modern.
“Teater Modern”, hendaklah melihat sumbernya, intinya, dan dasar proses penciptaannya. Dan bukan dilihat secara lahiriah.

5. unsur intrinsik drama adalah unsur-unsur pembangunan struktur yang ada di dalam drama itu sendiri. Unsur-unsur intrinsik drama menurut Akhmad Saliman ada 7 yaitu : a. Alur. b. Amanat, c. Bahasa, d. Dialog, e. Latar, f. Petunjuk teknis, g. Tema, h. tokoh
unsur-unsur ekstrinsik drama merupakan ciptaan kreatif pengarang yang harus memiliki tema yang kuat, agar tercipta sebuah cerita yang tak lekang oleh waktu. Tanpa adanya konflik, cerita drama akan terasa datar. Konflik terdapat di dalam plot, yang terjadi karena adanya ketegangan antartokoh.

6. unsur intrinsik teater adalah struktur-struktur yang membangun sebuah karya(teater) . unsur-unsur tersebut yaitu teater sebagai seni pertunjukan : setting,lighting,blocking,kostum,musik… teater dll, unsur yang lain yaitu teater sebagai sastra : penokohan,alur,tema,latar,dll
unsur ekstrinsik teater adalah unsur yang membangun sebuah karya teater di luar unsur intrinsik, semisal; unsur psikologis, sosial, budaya, humanis,dll
kalo diimplikasikan pada teater sebagai sastra
unsur ekstrinsiknya dapat berupa filosofi(chauvinis), idealisme(paham), psikologi-sastra,dll

7. a. Naskah drama BALADA SAHDI- SAHDIA
Naskah ini lahir setelah mengalami pengendapan dan perenungan yang cukup lama. Pematangannya makin dipercepat antara lain oleh:
-Keterkejutan atas tenggelamnya kapal Darma Mulia pada tanggal 20 Mei 1989 [Hari Kebangkitan Nasional !] yang menewaskan lebih dari 35 orang, tertera dalam banyak guntingan koran dan majalah.
-Penjelajahan intensif ke desa-desa di kawasan Lombok Selatan;
-Membaca buku langit suci karangan Peter l.Berger, terutama konsepnya tentang anomik dan alienasi.
-Kekaguman terhadap semangat yang terpendam dalam catatan-catatan pinggir Goenawan Mohammad di Majalah TEMPO yang merupakan geliatan-geliatan seorang intelektual sejati.Mungkin di sana ada satu dua kalimat dan frase-frase yang kami kutip agar semangat itu tetap utuh milik Goenawan Mohammad.
Uacapan maaf dan terima kasih saya ucapkan.
-Kegemasan pada jawaban para pejabat di Propinsi, Kabupaten, Kecamatan dan desa-desa yang mengatakan: “Ah, itu kan cuma soal-soal mikro!”.
b. Naskah drama Noh Kyougen
Berdasarkan sejarahnya drama Noh dan Kyougen (Nohgaku) lahir pada zaman Chuusei antara tahun 1350-1450, dan merupakan drama yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat (Yoshinobu Inoura, 1971:11-13). Menurut pendapat Isoji Asoo, drama Noh dan Kyogen berbeda, menurutnya drama Noh memliki sifat yang agung, simbolik, dan penuh khayalan, sedangkan Kyougen bersifat ringan, jenaka serta menggambarkan kejadian-kejadian yang hangat terjadi dalam masyarakat. Dengan kata lain, drama Noh menonjolkan suatu kehalusan dan keindahan, sedangkan Kyougen sangat bersifat kerakyatan yang mengandung unsur-unsur realita.

8. a. Naskah teater Perempuan Telaga Duka
Naskah ini adalah naskah teater yang diadaptasi dari cerita pendek karya Kang Lian yang berjudul "Perempuan Telaga Duka." Naskah yang ditulis oleh empat orang anggota FLP DKI ini rencananya akan dipentaskan pada Silnas FLP Juli 2008 lalu. Tetapi karena satu dan lain hal, pementasannya ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Semoga Teater Senyawa FLP DKI dapat mementaskannya suatu saat nanti, mengingat proses kreatif pengerjaan naskah ini benar-benar hebat.
b. Naskah teater Sibuluk naik tahta
Si Buluk yang berupa makhluk hitam dan besar adalah penggambaran dunia yang penuh kesenangan dan kemewahan yang sekaligus melenakan. Dahulu saat kejujuran, kebaikan dan kebijaksanaan berkuasa, si Buluk berada di bawah kaki Sang Bijak, sosok yang senantiasa berjubah kesucian. Namun, ketika si Buluk berhasil mengambil hati para manusia daan mengubahnya menjadi budak hedonisme, maka tragedipun terjadi.

9. a. Drama He is beautiful
Kisahnya dimulai ketika sebuah boyband idola Korea bernama A.N.Jell menghadapi masalah serius lantaran vokalis utamanya Hwang Tae-kyung (Jang Geun-suk) mengalami gangguan suara. Hal itu menimbulkan masalah serius bagi kelangsungan A.N.Jell yang beranggotakan 3 personel itu sehingga manajemen artis mereka ingin memasukkan seorang vokalis baru sebagai personel keempat boyband tersebut.
Seorang lelaki muda bernama Go Mi-nam berhasil lolos audisi untuk personel baru AN.Jell. Namun belum sempat berkiprah bersama band tersebut, Mi-nam harus pergi ke Amerika untuk menjalani operasi mata. Manajer Mi-nam tidak mau membiarkan masa depan artis asuhannya berantakan sehingga meminta saudara kembarnya berpura-pura sebagai Mi-nam. Tetapi saudara kembarnya, Go Mi-nyu itu adalah perempuan dan sedang menjalani pelatihan untuk menjadi biarawati.
Demi masa depan dan impian Mi-nam, Mi-nyu akhirnya setuju menyamar sebagai lelaki selama Mi-nam menjalani proses penyembuhan operasinya itu. Akhirnya Mi-nyu menjadi personel AN.Jell walau tidak disukai Tae-kyung, namun untunglah dua personel lain, Kang Shin-woo (Jung Yong-hwa) dan Jeremy (Lee Hong-ki) telah menerimanya sejak awal. Masalah kemudian timbul karena Mi-nyu yang tetap bertekad akan menjadi biarawati ternyata menemukan dirinya jatuh cinta kepada Tae-kyung. Tidak hanya itu, Jeremy dan Shin-woo jatuh cinta kepada Mi-nyu.
Mi-nyu mengakhiri impiannya sebagai biarawati. Lalu ketika Tae-kyung dan dua rekannya akhirnya tahu Mi-nyu adalah perempuan mereka juga jatuh cinta dengan Mi-nyu.
b. Drama


10. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) drama memiliki beberapa pengertian yang sama dengan teater. Pertama, drama diartikan sebagai komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. Kedua, cerita atau kisah terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater. Ketiga, kejadian yan menyedihkan.
Dalam sejarahnya (Barranger, 1994) kata drama dan teater memiliki arti yang berbeda. Drama berasal dari bahasa Yunani dran yang berarti ”to do” atau ”to act” (berbuat). Kata teater juga berasal dari Yunani theatron yang berarti ”a place for seeing” (tempat untuk menonton), dengan demikian kata teater mengacu pada suatu tempat di mana aktor-aktros mementaskan lakon. Dengan kata lain, secara lebih mudah, kata drama diartikan sebagai lakon yang dipertunjukkan oleh para aktor di atas pentas, sedangkan teater diartikan sebagai tempat lakon itu dipentaskan. Dengan demikian, seyogyanya kita bukan mengajak ’bermain teater’ tetapi ’bermain drama’, dan bukan ’menonton teater’ tetapi ’menonton drama di teater’. Namun seiring perkembangan zaman, di Indonesia kata ‘teater’ juga digunakan untuk nama dari sebuah kelompok drama. Contoh, Teater Koma, Teater Gandrik, Teater Nol, dan sebagainya.


Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan Universitas pekalongan
 
| Home | Sawahjoho | Matrix | Unikal | Majollcraft | Sex dan Kesehatan | Privacy Policy |